Lulusan Universitas Pandanaran (Unpand) disarankan menjadi entrepreneur. Unpand meminta para wisudawan untuk menciptakan lapangan kerja, bukan sebagai pencari pekerjaan.

“Kita memiliki program klinikbisnis. Kebebasan untuk membuat produk-produk bisnis praktis misalnya babershop yang kemudian ditata dengan manajemen untuk menjadi usaha yang maju,” ujar Rektor Unpand, Ir. Djoko Saryono, M.Sc di sela wisuda Unpand di Hotel Patra Jasa, Rabu (10/10/2018).

Unpand menghadirkan guest speaker dan pakar-pakar dalam program klinik bisnis disesuaikan program studi. Selain itu, Unpand menggiatkan 10 UKM yang aktif diantaranya UKM Musik, paduan suara, keagamaan.

“UKM musik kita sudah nasional dan bertemu dengan antar perguruan tinggi dan mempunyai klub sendiri. UKM sudah tampil di TV lokal dan diberi kesempatan,”terangnya.

Unpand membekali mahasiswa dengan soft skill. Beberapa jenis softskill diantaranya seritikat TOEFL, sertifikasi kompetensi sesuai program studi dan sertifikat K3 misalnya untuk keselamatan kerja, standar ISO, dan sistem prosedur ISO. Hal ini menjadi dasar Unpand dalam mengembangkan dunia kerja.

Ditemui disela wisuda, Ketua Pengurus Yayasan Abdi Masyarakat, Dra. Hj.Harini Kristianti,MM mengatakan, pihaknya ingin lulusan Unpand tidak sekedar lulus dengan IP tinggi dan hardskill, tetapi mampu mengaplikasikan ilmu yang telah didapatkan di kampus karena bekal yang telah kita berikan sudah lebih dari cukup.

“Lulusan yang diwisuda kali ini tidak hanya dengan lembar ijazah, tetapi ditanamkan nilai-nilai menjadi wirausaha,”jelasnya.

Menurutnya, Ketua yayasan tidak hanya sekedar melaksanakan administrasi, tetapi harus bisa eksplorasi dan menyesuaikan kondisi sekarang

Harapan kedepan kami merencanakan akan membuka program studi S2 yaitu Manajemen, Akuntansi, dan Arsitektur. Mudah-mudahan sesuai harapan dan kami sedang menuju kesana.

Sementara itu, Perwakilan Lembaga Layanan (LL) Dikti Wilayah VI, Wigati Martiningsih SH, mengatakan, Indonesia menduduki peringkat rendah dalam global entreprenuer yaitu 90 dari 137 negara di dunia dan 24 dari 32 negara di Asia Pasifik.

Hal ini menjadi pekerjaan besar yang harus diselesaikan dalam era revolusi industri 4.0. Satu diantaranya melahirkan jiwa entrepreneur kepada para pemuda.

“Banyak cara yang bisa dilakukan untuk melahirkan semangat wirausaha misalnya dengan skema pembiayaan alternatif bagi mereka,”terangnya.

Dia berharap lulusan Unpand mampu memecahkan masalah kewirausahaan perguruan tinggi di Jawa Tengah untuk menciptakan para sosioprenuer.

Pada pelaksanaan wisuda ke 20 ini, Unpand mewisuda sebanyak 178 lulusan dari 10 program studi diantaranya S1 Manajemen, S1 Akuntansi, S1 Arsitektur, D3 Teknik Sipil, D3 Teknik Lingkungan, D3 Teknik Mesin, D3 Teknik Kimia, D3 Administrasi Niaga, dan D3 Public Relation di Hotel Patra Jasa Semarang

Upacara wisuda dihadiri oleh ketua yayasan, rektor, dekan, pimpinan lembaga, kaprodi dan orang tua wisudawan. (*)