Universitas Pandanaran (Unpand) berkampus di Tembalang Semarang pada tanggal 22-23 April 2017 melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Pemerintah Kabupaten Jepara untuk melakukan kerjasama dan workshop. Kunjungannya di antaranya untuk membuat program membantu persoalan kepariwisataan di Jateng khususnya di Kabupaten Jepara.

Rektor Unpand Ir Djoko Saryono MSc bersama rombongan mengatakan, selain kerjasama dengan Pemkab Jepara, pihaknya juga menggandeng instansi Blue Economic Foundation (BEF) membantu pemberdayaan ekonomi rakyat dan menciptakan lapangan kerja. “Dari hasil kerjasama disepakati semua akan membantu promosikan perjuangan RA Kartini yang peduli pendidikan untuk perempuan dan kewirausahaan, termasuk unggulan Jepara mengangkat industri tenun troso, industri ukir dan pariwisata,” jelasnya.

Saat di Jepara tim Unpand juga meihat perekonomian di kota tersebut, rencana akan mengangkat persoalan tersebut ke tingkat nasional dan internasional melibatkan Komenterian Perekonomian, Kemendikbud, Kemenpar dan Badan Ekonomi Kreatif. “Diharapkan hasilnya bersinergi antara pemerintah, Unpand, dunia usaha dan industri termasuk LSM. Saat di Jepara kita juga mengadakan lomba kriya, seminar, FGD Troso Ukir Pariwisata, Workshop Wisata Karimunjawa dan diakhiri dengan menanam mangrove,” cetusnya.

Ketua BEF, Dewi Smaragdina mengatakan, Unpand memiliki prodi arsitektur diharapkan ide-ide ini sangat bermanfaat untuk program pengembangan infrastruktur Karimunjawa ke depan. Saat di Karimunjawa juga hadir DR Bayu Ludvianto, motivator Workshop “Promosi Pesona Indonesia Pada Workshop Wisata Budaya Alam dan Kreatifitas di Karimunjawa”. Di antaranya juga ada pemateri Ridwan M Yusuf dan kegiatan itu juga rangkaian dari kerjasama Unpand, Pemkab Jepara, Kementerian Ekonomi, Kemenpar, Kemendikbud, BEF dan LSM Jaki Jakarta. (gus/mg8)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *