MONEV SEBAGAI ALTERNATIF HMJ MANAJEMEN UNPAND DALAM PENGEMBANGAN ORGANISASI.

Dalam lingkup pendidikan tinggi atau universitas, pendidikan karakter sangat perlu ditanamkan di setiap mahasiswa. Hal tersebut dikarenakan tantangan dan persaingan dalam dunia kerja yang semakin berat, terlebih lagi dengan terbukanya pasar bebas ASEAN yang kini semakin memperbesar peluang untuk bersaing. Banyak faktor yang mempengaruhi seleksi dalam dunia kerja, selain faktor akademik sebagai bahan pertimbangan, faktor non-akademik pun justru lebih dipertimbangkan dalam seleksi. Non-akademik yang dimaksud berupa pengembangan soft-skill guna implementasi bidang ilmu yang didapat dalam bangku perkuliahan.
Dalam rangka pengembangan organisasi, pada tanggal 28 April 2017 rabu malam HMJ Manajemen UNPAND melaksanakan kegiatan “Guyub Rukun” dengan acara inti MONEV (Monitoring Evaluation) yang turut dihadiri oleh seluruh anggota HMJ Manajemen. Dalam kegiatan tersebut HMJ Manajemen turut mengundang Ir. Esti Yuli Triani, MT. selaku wakil rektor bidang kemahasiswaan, Azis Fathoni, SE.,MM. selaku kepala jurusan manajemen sekaligus pembina organisasi HMJ Manajemen, lalu Andi Tri Haryono, SE.,MM. selaku wakil rektor bidang administrasi dan keuangan. Pada presentasi MONEV Tito Wahyu selaku Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen menampilkan analisa S.W.O.T. antara organisasi dengan lingkungan kampus,program kerja yang terealisasi selama kepengurusan, dan kinerja organisasi selama periode kepengurusan 2016-2017. Tito menilai bahwa terdapat permasalahan yang cukup menjadi beban HMJ Manajemen yaitu kaderisasi anggota dan realisasi program kerja yang belum optimal. Dari beberapa target program kerja yang telah dirancang pada awal kepengurusan, hingga saat ini yang terelisasi 0%. Hal ini disebabkan pada lingkungan universitas yang kurang mendukung, loyalitas keanggotaan yang belum dapat dibentuk, dan kurangnya kecakapan panitia pengusul. Dalam MONEV tersebut, Wakil Rektor bidang kemahasiswaan memberikan apresisasi kepada HMJ Manajemen yang ingin membagikan permasalahan organisasi dengan beberapa tamu undangan. Esti mengungkapkan bahwa saat ini kondisi dalam kampus yang mayoritas kelas pekerja merupakan permasalahan mendasar yang paling berpengaruh. Untuk jangka pendek Wakil Rektor Bidang Kewahasiswaan sekaligus dosen jurusan arsitektur ini memberikan solusi bagi mahasiswa manajemen kelas pekerja dapat berkontribusi melaui pendanaan pendanaan yang dapat digunakan untuk pelaksanaan kegiatan. Untuk jangka panjang, kampus akan memberlakukan kebijakan kebijakan yang dirasa dapat membantu pengkaderan organisasi mahasiswa yang terdapat pada kampus UNPAND. Azis selaku pembina dan kepala jurusan manajemen berpendapat bahwa dalam pelaksanaanya HMJ Manajemen sudah melaksanakan beberapa kegiatan namun kurang sesuai dengan rancangan yang sudah dipersiapkan sebelum pergantian kepengurusan. Menyikapi hal tersebut, azis memberikan beberapa tugas kepada HMJ Manajemen yang mengarah pada pelaksanaan kegiatan berbasis kompetisi yang ditujukan kepada eksternal. Dari kegiatan kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi solusi dari permasalahan yang dihadapi. Sebagai penutup Andi Tri Haryono menanggapi bahwa permasalahan utama adalah kaderisasi. Jika kaderisasi tidak berjalan dengan baik atau bahkan tidak berjalan sama sekali, maka sudah dipastikan usia organisasi yang dinaungi tidak akan bertahan lama. Selain itu, dalam pengembangan organisasi departemen Litbang (Penelitian dan Pengembangan) yang menjadi ujung tombak organisasi. Melihat kinerja departemen Litbang yang hanya stagnan pada 0% , beliau menghimbau agar dapat difungsikan secara optimal sehingga dampak pada internal organisasi seperti loyalitas dapat dipertanggungjawabkan. Sebagai pesan terakhir, Andi selaku bagian dari keluarga FEB Manajemen siap membantu apabila dibutuhkan sebagai teman diskusi pada pengembangan organisasi. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *