Ratusan mahasiswa baru (maba)Universitas Pandanaran (Unpand) mulai masuk dan dibekali pendidikan anti radikalisme dan wawasan kebangsaan. Karena maba Unpand dari sejak masuk hingga wisuda nanti harus benar bersih.

Demikian dikatakan Rektor Unpand Ir Djoko Saryono Saryono MSc saat memotivasi maba Unpand di acara “Pekan Pengenalan Kehidupan Kampus” di Kampus Tembalang, Sabtu (16/9). Acara juga dihadiri Ketua Yayasan Abdi Masyarakat (YAM) Dra Harini Krisniati MM, Assesor Tim Penilai BAN PT Prof Dr Taslim Ersam dan Prof Dr Mustofa Kamil.

Djoko menegaskan bahwa saat ini Unpand juga sudah bekerjasama dengan Polda Jateng dan Kodam IV Diponegoro yang nantinya juga akan membantu pengenalan maba di kampus. “Kita mendukung mereka, kampus dilarang ada kekerasan dan pemikiran radikalisme. Maba Unpand jangan sampai ada yang terlibat radikalisme. Kami juga ingin Anda jadi entrepreneur kalau bisa,” tegasnya.

Dikatakan, Unpand salah satu kampus di Kota Semarang yang diperhitungkan dan dukungan ini menguat karena Pemkot Semarang juga sudah mengetahui. “Bersama pemkot Unpand bekerjasama soal ideologi negara dan semua harus bersinergi,” terangnya.

Ketua YAM Drs Harini Krisniati MM menambahkan, dirinya kebetulan dahulu pensiunan dari pegawai negeri kini siap melaju mengembangkan kampus ini. Maba angkatan ke-21 ini juga kedepan harus menjadi lulusan yang siap kerja jangan jadi pengangguran. “Belajarlah yang baik, jadi generasi bangsa,” pungkasnya. RCTIQQ.COM AGEN JUDI POKER | DOMINOQQ | BANDARQ ONLINE TERPERCAYA INDONESIA

Prof Taslim juga mengapresiasi Kampus Unpand setelah datang melihat keberadaan kampus ini. “Pesan saya, semua civitas dan yayasan harus kompak,” Sumber : jatengpos.co.id 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *