UNPAND 2013

UNPAND 2013
Wisuda 2013

Selamat Datang di Universitas Pandanaran Semarang...

Universitas Pandanaran berdiri sejak tahun 1996 di Semarang. Universitas Ki Ageng Pandanaran Semarang (UNPAND) berdiri tepatnya tanggal 8 Agustus 1996 dengan SK Mendikbud Nomor 59/D/O/1996. UNPAND didirikan atas usaha tokoh pendirinya a.l: Bp. Sutrisno Suharto (Walikota Semarang 1990-2000)

Kelangsungan penyelenggaraan Universitas Pandanaran Semarang tidak lepas dari keberadaan Yayasan Abdi Masyarakat Korpri Kota Semarang dan hingga kini masih di kelola oleh Yayasan tersebut. Universitas Pandanaran Semarang memiliki 3 (lima) fakultas dengan 10 (sepuluh) Jurusan/Program Studi meliputi Program Studi Strata Satu (S1) yang terdiri dari Program Studi Teknik Arsitektur, Manajemen dan Akuntansi serta Program Diploma III (D III) meliputi Program Studi Teknik Elektro, Teknik Lingkungan, Teknik Mesin, Teknik Kimia, Teknik Sipil, ilmu Komunikasi dan Ilmu Administrasi Niaga.

Sunday, September 21, 2014

UPACARA PENERIMAAN MAHASISWA BARU UNPAND 2014


Hingga saat ini menjadi mahasiswa merupakan cita-cita setiap lulusan siswa yang telah lulus dari SMA/SMK/MA atau bahkan lulusan paket C, Oleh karenanya sebagian besar siswa yang telah lulus selalu berkeinginan mendaftarkan diri untuk masuk ke perguruan tinggi, baik ke perguruan tinggi negeri, perguruan tinggi yang menyelenggarakan ikatan dinas, maupun perguruan tinggi swasta. Walaupun demikian kesempatan mengenyam pendidikan di perguruan tinggi ternyata baru dimiliki oleh sebagian kecil penduduk Indonesia. Data pada Kemdikbud menunjukkan hingga 2013 angka partisipasi kasar perguruan tinggi baru mencapai 29,9% dan pemerintah menargetkan akan naik menjadi 35% pada tahun 2015. Karenanya kepada lulusan sekolah yang telah diterima menjadi mahasiswa diharapkan dapat mempergunakan kesempatan tersebut sebaik mungkin sehingga berhasil menyelesaikan studinya. Demikian Rektor Universitas Pandanaran (UNPAND) Erwin Dwi Edi Wibowo saat menyampaikan amanatnya pada upacara penerimaan mahasiswa baru tahun 2014 di kampus Jl. Banjarsari Barat 1 Semarang beberapa waktu lalu. Selanjutnya ia mengatakan bahwa belajar di perguruan tinggi memang penuh dengan dinamika, tetapi diharapkan para mahasiswa baru tetap dapat menyesuaikan diri dan mampu menemukan solusi sehingga tetap memiliki motivasi yang tinggi untuk belajar dan menyelesaikan studinya dengan menggondol ijazah dan memiliki kompetensi unggul sesuai bidang studinya.
Pada tahun 2014 menurut Pembantu Rektor bidang Akademik Hermawan Budiyanto, Universitas Pandanaran menerima 788 mahasiswa baru yang tersebar pada 10 program studi yang ada, dibandingkan tahun sebelumnya jumlah tersebut mengalami peningkatan. Para mahasiswa baru tidak hanya berasal dari Semarang dan sekitarnya tetapi terdapat pula mahasiswa yang berasal dari luar provinsi Jawa Tengah, bahkan beberapa mahasiswa berasal dari luar Pulau Jawa.Setelah kegiatan upacara penerimaan, para mahasiswa baru mengikuti orientasi kampus berupa penjelasan umum dari Ketua Yayasan Abdi Masyarakat Semarang (HariniKrisniati), serta penjelasan bidang akademik, bidang administrasi umum dan keuangan, serta bidang kemahasiswaan yang masing-masing disampaikan oleh para Pembantu Rektor. Selain itu Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unpand juga menyelenggarakan pemanduan minat dan bakat para mahasiswa baru dengan memperkenalkan unit-unit kegiatan mahasiswa yang ada.

Monday, September 1, 2014

PENDAFTARAN MABA 2014 SUDAH DITUTUP

Pendaftaran mahasiswa baru tahun 2014 Universitas Pandanaran telah berakhir (ditutup) pada tanggal 30 Agustus 2014. Terima kasih kepada para pendaftar dan selamat kepada pendaftar yang telah tercatat sebagai mahasiswa baru tahun 2014. Pendaftaran mahasiswa baru berikutnya untuk tahun 2015 akan mulai dibuka 1 Oktober 2014. Demikian, terima kasih perhatiannya

Sunday, August 24, 2014

MAHASISWA KKN UNPAND KEMBANGKAN SARPRAS DI LERENG GUNUNG ANDONG

Kunjungan Rektor dan Peresmian Sarana Prasarana KKN-PPM Universitas Pandanaran Semarang beberapa hari lalu di Dusun Mantran Wetan, Desa Girirejo Kecamatan Ngablak,Kabupaten Magelang, disambut dengan tarian tradisional Jawa Tengah “Topeng Ireng” dan dilanjutkan dengan tari “Kuda Lumping”. Dalam acara ini dilakukan pengguntingan pita dan pendatanganan prasasti peresmian sarana prasarana KKN-PPM Universitas Pandanaran. KKN-PPM UniversitasPandanaran Semarang di Dusun Mantran Wetan Desa Girirejo Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang yang terletak dilereng gunung Andong ini, secara umum bertujuan untuk menggali partisipasi aktif wargamasyarakat,mulai dari menemukan dan mengenali potensi dan permasalahan, mendampingi dalam penyusunan program kebutuhan penanganan permasalahan serta bersama-sama masyarakat menyusun rencana tindak pengembangan dan pembangunan kawasan.
Potensi keruangan Wilayah Spasial Dusun Mantran Wetan memiliki setting kawasan yang memiliki ketinggian diatas 500 meter diatas permukaan laut dan berada di lereng Gunung Andong, kawasan Mantran memiliki udara yang sejuk khas daerah perdesaan dilereng pegunungan.Terletak pada jalur wisata regional Kopeng – Ketep Pass, yang melalui wilayah Perbatasan Kabupaten Semarang dengan Kabupaten Magelang, dan menjadi Paket Wisata daerah tujuan wisata yang berskala Regional di ProvinsiJawa Tengah. Selain itu Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang masuk dalam Rencana Pengembangan Kawasan Agropolitan Merapi Merbabu di wilayah Provinsi Jawa Tengah yang berskala Regional.
Potensi Sistem Aktivitas masyarakat Dusun Mantran Wetan bersifat agraris pertanian dengan komoditas utama di bidang subsector  pertanian hortikultura serta sub sector peternakan, termasuk salah satu penghasil komoditas tanaman sayuran terbesar di Jawa Tengah selain penghasil tanaman tembakau.
Potensi Seni Budaya Tradisional  Dusun Mantran Wetan menjadi sebuah bentuk komitmen masyarakat dalam  melestarikan seni budaya tradisional yang dilakukan secara turun temurun dan dapat manjadi salah satu daya tarik wisatawan.Seni Budaya Tradisional Mantran yang terletak di lereng Gunung Andong tergabung dalam Kelompok Seni Budaya “Festival Lima Gunung”, bersama dengan komunitas seni budaya tradisional masyarakat di lereng Gunung Merbabu, Merapi, Gunung Sumbing dan Gunung Menoreh. Bentuk bangunan tradisional khas perdesaan dengan detail elemen dan komponen bangunan yang menunjukan kearifan local arsitektural masyarakat setempat.
Dalam program KKN-PPM di Dusun Mantran Wetan, Desa Girirejo Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, Universitas Pandanaran membangun Fasilitas di antaranya jalan, saluran air (Gorong-Gorong), MCK Umum, Percontohan Rumah Sehat Melalui pemberdayaan masyarakat sebagai kegiatan utama KKN PPM ini.Dan beberapa kegiatan penunjang lainya seperti:Pelatihan Software Komputer (Corel Draw), Sosialisasi dan penyuluhan rumah sehat, Pelatihan difersifikasi pertanian, Pesantren Kilat di SD Negeri 02 Girirejo, Posyandu, Gotong Royong atau Kerja Bakti Bersama Warga Dusun Mantran Wetan Desa Girirejo Kec. Ngablak Kab. Magelang, yang secara simbolis diresmikan Rektor Unpand, Erwin Dwi Edi Wibowo dan dihadiri Camat, Kapolsek dan Danramil Ngablak Kabupaten Magelang

Friday, July 11, 2014

PENGABDIAN UNPAND "KEMBANGKAN BATIK SEMARANG"


Batik telah diakui dunia sebagai kerajinan asli Indonesia, bahkan di setiap daerah memiliki kerajinan batik. Pemerintah Kota Semarang telah membuat klaster-klaster kerajinan di Semarang, dan salah satunya adalah klaster batik. Kelurahan Meteseh Kecamatan Tembalang Semarang saat ini memiliki potensi kerajinan batik dengan corak khas Semarang dengan 80 pengrajin batik yang sebagian besar merupakan ibu rumah tangga. Kendala pengembangan sebagian besar pengrajin adalah masalah pemasaran dan keterbatasan wawasan pengembangan disain. Kendala inilah yang menjadi perhatian Universitas Pandanaran (Unpand) melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat selama 45 hari dengan menerjunkan Tim dengan format Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) untuk pengembangan batik Semarang. Hal ini disampaikan Erwin Dwi Edi Wibowo, Rektor Unpand saat membuka kegiatan pengabdian tersebut di Kel Meteseh Tembalang Semarang.
            Salah satu kegiatan pemberdayaan yang dilakukan adalah memfasilitasi jejaring antara kelompok usaha bersama pengrajin batik Meteseh dengan institusi terkait, dengan menyelenggarakan pelatihan dan workshop yang menghadirkan nara sumber ketua Deskranasda Kota Semarang Tia Hendrar prihadi dan Kepala Disperindag Kota Semarang Nurjanah. Kegiatan ini dengan antusias diikuti pengrajin bertempat di Balai Kelurahan Meteseh. Pada kesempatan tersebut para pengrajin menyampaikan berbagai kesulitan yang dihadapi dan mendapat respon positif dari nara sumber, bahkan ke dua nara sumber mempersilahkan para pengrajin untuk memanfaatkan fasilitas yang menjadi kewenangan Dekranasda dan Disperindag, misalnya menyertakan produk batiknya dipamerkan di Gallery yang ada di Balaikota Semarang dan mengikut sertakan produknya pada saat Deskranasda membuka pameran tahunan di Inacraf. Sedangkan best practice disampaikan oleh pemilik batik Seroja, salah satu dari dua pengrajin batik Semarang yang telah mampu mengembangkan usahanya. Selain itu pada kesempatan tersebut Tim KKN-PPM Unpand juga memberikan pelatihan dengan mengajarkan promosi usaha melalui internet serta pengembangan kreatifitas disain batik dengan corak khas Semarang yang diselenggarakan di laboratorium komputer kampus Unpand. Diharapkan dengan keberagaman disain yang tetap mengedepankan ciri khas Semarang akan menjadi nilai tambah produk batik Semarang sehingga meningkatkan potensi pemasarannya. Tim Unpand juga memberikan wawasan bahwa produk batik tidak hanya dapat digunakan untuk sandang, tetapi juga untuk penataan interior disain ruangan. Selain pelatihan dan workshop juga dilakukan pendampingan kepada pengrajin dalam implementasi materi pelatihan, termasuk membimbing dalam pengajuan proposal ke beberapa institusi, pengurusan perijinan dan legalitas serta menanamkan jiwa kewirausahaan kepada para pengrajin batik Meteseh.